Dalam melakukan suatu penelitian kita pasti diminta untuk memberikan hipotesis terhadap hasil penelitian yang akan kita lakukan. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan hipotesis itu?
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dipecahkan oleh peneliti. Dalam penelitian ilmiah terdapat 3 jenis hipotesis, yaitu : (a) Hipotesis deskriptif, (b) Hipotesis komparatif, dan (c) Hipotesis asosiatif. Kali ini kita akan memfokuskan bahasan terhadap Hipotesis Asosiatif.
Hipotesis Asosiatif merupakan hipotesis yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. hipotesis asosiatif biasanya berada pada variabel yang memiliki kesamaan jenis data, berupa data ordinal, interval, ataupun rasio, maupun salah satunya rasio atau interval. Terdapat 3 jenis hubungan dalam hipotesis ini berdasarkan sifatnya, yaitu : (a) Hipotesis hubungan simetris, yang menunjukan hubungan kesamaan antara dua variabel atau lebih, (b) Hipotesis hubungan sebab-akibat, menunjukkan hubungan yang mempengaruhi antara dua variabel atau lebih, dan (c) Hipotesis hubungan interaktif, menunjukan hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat saling mempengaruhi.
Apa saja syarat melakukan Pengujian hipotesis asosiatif ?
- Langkah awal pembuktiannya, perlu menghitung terlebih dahulu koefisien korelasi antar variabel dalam sampel, kemudian koefisien yang ditemukan, diuji signifikansinya.
- Jika penelitian dilakukan untuk seluruh populasi, maka tidak diperlukan pengujian signifikansi terhadap koefisien korelasi yang ditemukan. Artinya peneliti tidak perlu merumuskan dan menguji instrumen statistik.
Teknik statistika apa saja yang dapat kita gunakan untuk menguji hipotesis asosiatif ?
- Teknik Statistika Koefisien, digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa nominal.
- Teknik Statistika Koefisien Spearman Rank atau Koefisien Kendall-Tau (Hipotesis Asosiatif Non-Parametrik), digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa ordinal.
- Teknik Statistika Korelasi Pearson Product Moment, Korelasi Parsial, Korelasi Ganda, dan Regresi (Hipotesis Asosiatif Parametrik), Teknik ini digunakan apabila skala pengukurannya berbentuk interval atau rasio.