Penelitian Kuantitatif Non-Eksperimen

Mendengar kata penelitian kunantitaif pastinya kita berfikir tentang suatu proses penelitian yang bersifat eksperimen untuk mendapatkan sejumlah data yang digunakan untuk menginterpretasikan hasil penelitian tersebut. Ternyata ada penelitian kuantitatif yang bersifat non-eksperimen. Untuk lebih jelas mari simak tulisan berikut ini.

Penelitian kuantitatif non-eksperimen merupakan penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subjek penelitian menurut keadaannya, tanpa ada menipulasi (intervensi) dari peneliti. Pada penelitian ini tidak ada variabel independen yang akan dimanipulasi, berarti hanya terdapat variabel dependent.

Ciri-ciri yang menjelaskan penelitian kuantitatif non-eksperimen :

  • Fenomena yang ada pada saat observasi merupakan fenomena apa adanya atau dijalankan dalam kondisi yang normal atau senatural mungkin.
  • Tujuan utama dari penelitian adalah mendeskripsikan masalah dan/atau mengeksplorasi atau menjelaskan hubungan antar variabel
  • Desain ini kurang dalam menjelaskan hubungan sebab akibat karena tidak ada intervensi terhdap subjek penelitian

Terdapat dua jenis penelitian kuantitatif non eksperimen, yaitu pelitian kuantitatif non eksperimen deskriptif dan pelitian kuantitatif non eksperimen korelasional

Penelitian deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fakta-fakta mengenai populasi secara sistematis dan akurat. Penggambaran fakta-fakta yang ada bisa individual atau kelompok. Langkah penelitian dengan metode deskriptif:

  • Definisikan tujuan secara jelas dan spesifik, fakta dan karakteristik apa yang ingin ditemukan
  • Rencanakan pendekatan yang akan digunakan. Tentang bagaimana data akan dikumpulkan, bagaimana subjek akan dipilih, instrument atau teknik observasi apa yang akan digunakan, dan lain sebagainya
  • Mengumpulkan data
  • Menulis laporan

Penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan metode korelasi bertujuan untuk menguji hubungan linear antara dua atau lebih variabel. Langkah penelitian dengan desain korelasi :

  • Mendefinisikan masalah
  • Melakukan penelaah kepustakaan
  • Rencanakan pendekatan seperti menidentifikasi variabel-variabel yang relevan, memilih subjek, mengembangkan instrument yang sesuai, memilih pendekatan yang sesuai.
  • Mengumpulkan data
  • Menganalisis data dan meninterpretasikan hasilnya
  • Menulis laporan.

Published by saptaadiguna

My name's sapta adiguna. I'm a student in University of Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. my major is Physics Education. I achieved as the participant in SEA TEACHER Project at Chiang Rai Rajabhat University, Chiang Rai, Thailand.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started