Validitas dalam penelitian gunanya untuk melihat sejauh mana pemberian perlakuan variabel perlakuan (independen) memiliki efek terhadap variabel hasil (dependen), tanpa keterlibatan variabel lain. Sehingga semakin tinggi efek pemberian variabel perlakuan terhadap variabel hasil, maka validitas eksperimen dikatakan tinggi.
Terdapat dua jenis ancaman validitas, yaitu:
- Ancaman Internal : Ancaman ini berupa prosedur – prosedur eksperimen dan pengalaman-pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan yang tepat dari data penelitian. Berdasarkan identifikasi dari ancaman internal setidaknya ada 9 hal yang harus diperhatikan, yaitu: karakteristik subjek, mortalitas, lokasi, instrumentasi, pengetesan atau pengujian, sejarah, kematangan, sikap subjek, regresi dan implementasi.
- Ancama Eksternal : Ancaman yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel, namun peneliti justru menariknya dari orang-orang lain, tempat-tempat lain, atau kondisi masa lalu dan masa depan. Hasil eksperimen dapat digeneralisasikan kesimpulannya terhadap populasi, atau hasil penelitian bukan hanya berlaku untuk kelompok sampel saja, melainkan juga berlaku secara keseluruhan bagi populasi atau suatu keadaan di luar lingkup eksperimen.
Tahapan penelitian, yaitu :
a. Tahap persiapan: tahap perancangan eksperimen (desain apa yang akan digunakan), studi pustaka, hingga pembuatan instrumen penelitian.
b. Pelaksanaan penelitian: tahap ini dalam eksperimen terbagi menjadi dua, yaitu:
- Pretest: kegiatan melakukan suatu hal tanpa memberi perlakuan atau disebut dengan studi kontrol.
- Post-test: kegiatan melakukan suatu hal dengan memberi perlakuan sesuai dengan rancangan eksperimen.
c. Pengolahan dan analisis data: tahap menginterpretasikan hasil eksperimen yang
telah dilakukan