KORELASI

Apa yang dimaksud dengan korelasi?

Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman.

Apa kegunaan dari Korelasi?

Korelasi berguna untuk mengukur kekuatan (strength) dan arah hubungan hubungan
antar dua variabel atau lebih. Contoh: mengukur hubungan antara variabel: 1) Motivasi
kerja dengan produktivitas; 2)Kualitas layanan dengan kepuasan pelangga; 3)Tingkat
inflasi dengan IHSG .

Pengukuran ini hubungan antara dua variabel untuk masing-masing kasus akan menghasilkan keputusan, diantaranya: a) Hubungan kedua variabel tidak ada; b) Hubungan kedua variabel lemah; c) Hubungan kedua variabel cukup kuat; d) Hubungan kedua variabel kuat; dan e) Hubungan kedua variabel sangat kuat.Penentuan tersebut didasarkan pada kriteria yang menyebutkan jika hubungan mendekati 1, maka hubungan semakin kuat; sebaliknya jika hubungan mendekati 0, maka hubungan semakin lemah.

Bagaimana karakteristik dari korelasi ?

  • Kisaran Korelasi: Kisaran (range) korelasi mulai dari 0 sampai dengan 1. Korelasi dapat positif dan dapat pula negatif.
  • Korelasi Sama Dengan Nol: Korelasi sama dengan 0 mempunyai arti tidak ada hubungan antara dua variabel.
  • Korelasi Sama Dengan Satu: Korelasi sama dengan + 1 artinya kedua variabel mempunyai hubungan linier sempurna (membentuk garis lurus) positif. Korelasi sempurna seperti ini mempunyai makna jika nilai X naik, maka Y juga naik.
  • Korelasi sama dengan minus satu: artinya kedua variabel mempunyai hubungan linier sempurna (membentuk garis lurus) negatif. Korelasi sempurna seperti ini mempunyai makna jika nilai X naik, maka Y turun dan berlaku sebaliknya.

Prasyarat Analisis Regresi Majemuk

Analisis regresi merupakan analisis data untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel dependen. Sebagian besar variabel mempunyai hubungan dengan banyak variabel sehingga dalam analisis statistik pun hendaknya digunakan alat statistik yang bisa mencakup hubungan banyak variabel. Pola hubungan-hubungan regresi majemuk yang akan dibahas kali ini diantaranya:

  • Masing-masing variabel bebas berdiri sendiri dalam mempengaruhi variabel terikat. Dalam kondisi ini antar variabel bebas tidak terdapat hubungan yang signifikan. Jika kondisi ini yang dijumpai, maka hasil perhitungan kuadrat koefisien merupakan jumlah sumbangan/kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Besarnya kontribusi total variabel bebas terhadap variabel terikat merupakan jumlah kontribusi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.
  • Masing-masing variabel bebas tidak berdiri sendiri tetapi mempunyai hubungan dengan variabel bebas lainnya dalam mempengaruhi variabel terikat. Jika korelasi antar variabel bebas sangat besar, maka sifat mandiri variabel bebas dalam memberikan kontribusi terhadap variabel terikat sangat kecil, demikian pula sebaliknya.
  • Variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat tidak langsung, sehingga ada variabel antara yang menjembatani hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jika variabel antara dilibatkan dalam analisis, maka analisisnya berjenjang. Mula-mula menganalisis hubungan antara variabel bebas dengan variabel antara, baru kemudian mencari hubungan variabel antara dengan variabel terikatnya.

Regresi majemuk hampir sama dengan regresi linier sederhana, hanya saja pada regresi linier berganda variabel bebasnya lebih dari satu variabel penduga. Tujuan analisis regresi linier berganda adalah untuk mengukur intensitas hubungan antara dua variabel atau lebih dan membuat prediksi perkiraan nilai Y atas X.

Ancaman Validitas dan Tahapan Penelitian

Validitas dalam penelitian gunanya untuk melihat sejauh mana pemberian perlakuan variabel perlakuan (independen) memiliki efek terhadap variabel hasil (dependen), tanpa keterlibatan variabel lain. Sehingga semakin tinggi efek pemberian variabel perlakuan terhadap variabel hasil, maka validitas eksperimen dikatakan tinggi.

Terdapat dua jenis ancaman validitas, yaitu:

  1. Ancaman Internal : Ancaman ini berupa prosedur – prosedur eksperimen dan pengalaman-pengalaman dari para partisipan yang mengancam kemampuan peneliti untuk menarik kesimpulan yang tepat dari data penelitian. Berdasarkan identifikasi dari ancaman internal setidaknya ada 9 hal yang harus diperhatikan, yaitu: karakteristik subjek, mortalitas, lokasi, instrumentasi, pengetesan atau pengujian, sejarah, kematangan, sikap subjek, regresi dan implementasi.
  2. Ancama Eksternal : Ancaman yang muncul ketika peneliti menarik kesimpulan yang seharusnya berasal dari data sampel, namun peneliti justru menariknya dari orang-orang lain, tempat-tempat lain, atau kondisi masa lalu dan masa depan. Hasil eksperimen dapat digeneralisasikan kesimpulannya terhadap populasi, atau hasil penelitian bukan hanya berlaku untuk kelompok sampel saja, melainkan juga berlaku secara keseluruhan bagi populasi atau suatu keadaan di luar lingkup eksperimen.

Tahapan penelitian, yaitu :
a. Tahap persiapan: tahap perancangan eksperimen (desain apa yang akan digunakan), studi pustaka, hingga pembuatan instrumen penelitian.
b. Pelaksanaan penelitian: tahap ini dalam eksperimen terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Pretest: kegiatan melakukan suatu hal tanpa memberi perlakuan atau disebut dengan studi kontrol.
  2. Post-test: kegiatan melakukan suatu hal dengan memberi perlakuan sesuai dengan rancangan eksperimen.

c. Pengolahan dan analisis data: tahap menginterpretasikan hasil eksperimen yang
telah dilakukan

Prasyarat Analisis Regresi Linier

regresi adalah prediksi hubungan sutau variable dengan satu atau lebih variable lain. Sedangkan analisis regresi merupakan ilmu yang membahas tentang hubungan antara variabel kuantitatif dengan objek yang diidentifikasi, diperkirakan, dan divalidasi. Hubungan yang diperkirakan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi satu variabel dari nilai variabel lainnya.

Prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam membangun suatu persamaan regresi adalah bahwa antara variabel dependen dengan variabel independennya mempunyai sifat hubungan sebab akibat (hubungan kausalitas), baik yang idasarkan pada teori, hasil penelitian sebelumnya, ataupun yang didasarkan pada penjelasan logis tertentu.

Langkah-langkah dalam membuat garis regresi adalah sebagai berikut :
a. Memeriksa data yang diperoleh apakah terdapat data yang ekstream yang dapat mempengaruhi hasil
b. Memastikan terdapat hubungan linier dari kedua variabel kemudian menentukan variabel bebas (X) dan variable terikatnya (Y).
c. Membuat diagram pencar dari data yang diperoleh
d. Menarik garis lurus yang paling mungkin dari diagram pencar
e. Mdenentukan persamaan regresi dari garis regresi yang diperoleh

Keakuratan prediksi regresi dapat ditentukan dengan menghitung kesalahan
standar deviasi dan kesalahan standar estimasi

Penelitian Kuantitatif Non-Eksperimen

Mendengar kata penelitian kunantitaif pastinya kita berfikir tentang suatu proses penelitian yang bersifat eksperimen untuk mendapatkan sejumlah data yang digunakan untuk menginterpretasikan hasil penelitian tersebut. Ternyata ada penelitian kuantitatif yang bersifat non-eksperimen. Untuk lebih jelas mari simak tulisan berikut ini.

Penelitian kuantitatif non-eksperimen merupakan penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subjek penelitian menurut keadaannya, tanpa ada menipulasi (intervensi) dari peneliti. Pada penelitian ini tidak ada variabel independen yang akan dimanipulasi, berarti hanya terdapat variabel dependent.

Ciri-ciri yang menjelaskan penelitian kuantitatif non-eksperimen :

  • Fenomena yang ada pada saat observasi merupakan fenomena apa adanya atau dijalankan dalam kondisi yang normal atau senatural mungkin.
  • Tujuan utama dari penelitian adalah mendeskripsikan masalah dan/atau mengeksplorasi atau menjelaskan hubungan antar variabel
  • Desain ini kurang dalam menjelaskan hubungan sebab akibat karena tidak ada intervensi terhdap subjek penelitian

Terdapat dua jenis penelitian kuantitatif non eksperimen, yaitu pelitian kuantitatif non eksperimen deskriptif dan pelitian kuantitatif non eksperimen korelasional

Penelitian deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fakta-fakta mengenai populasi secara sistematis dan akurat. Penggambaran fakta-fakta yang ada bisa individual atau kelompok. Langkah penelitian dengan metode deskriptif:

  • Definisikan tujuan secara jelas dan spesifik, fakta dan karakteristik apa yang ingin ditemukan
  • Rencanakan pendekatan yang akan digunakan. Tentang bagaimana data akan dikumpulkan, bagaimana subjek akan dipilih, instrument atau teknik observasi apa yang akan digunakan, dan lain sebagainya
  • Mengumpulkan data
  • Menulis laporan

Penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan metode korelasi bertujuan untuk menguji hubungan linear antara dua atau lebih variabel. Langkah penelitian dengan desain korelasi :

  • Mendefinisikan masalah
  • Melakukan penelaah kepustakaan
  • Rencanakan pendekatan seperti menidentifikasi variabel-variabel yang relevan, memilih subjek, mengembangkan instrument yang sesuai, memilih pendekatan yang sesuai.
  • Mengumpulkan data
  • Menganalisis data dan meninterpretasikan hasilnya
  • Menulis laporan.

Mari Mengenal Hipotesis dalam Penelitian

Dalam melakukan suatu penelitian kita pasti diminta untuk memberikan hipotesis terhadap hasil penelitian yang akan kita lakukan. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan hipotesis itu?

Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dipecahkan oleh peneliti. Dalam penelitian ilmiah terdapat 3 jenis hipotesis, yaitu : (a) Hipotesis deskriptif, (b) Hipotesis komparatif, dan (c) Hipotesis asosiatif. Kali ini kita akan memfokuskan bahasan terhadap Hipotesis Asosiatif.

Hipotesis Asosiatif merupakan hipotesis yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. hipotesis asosiatif biasanya berada pada variabel yang memiliki kesamaan jenis data, berupa data ordinal, interval, ataupun rasio, maupun salah satunya rasio atau interval. Terdapat 3 jenis hubungan dalam hipotesis ini berdasarkan sifatnya, yaitu : (a) Hipotesis hubungan simetris, yang menunjukan hubungan kesamaan antara dua variabel atau lebih, (b) Hipotesis hubungan sebab-akibat, menunjukkan hubungan yang mempengaruhi antara dua variabel atau lebih, dan (c) Hipotesis hubungan interaktif, menunjukan hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat saling mempengaruhi.

Apa saja syarat melakukan Pengujian hipotesis asosiatif ?

  • Langkah awal pembuktiannya, perlu menghitung terlebih dahulu koefisien korelasi antar variabel dalam sampel, kemudian koefisien yang ditemukan, diuji signifikansinya.
  • Jika penelitian dilakukan untuk seluruh populasi, maka tidak diperlukan pengujian signifikansi terhadap koefisien korelasi yang ditemukan. Artinya peneliti tidak perlu merumuskan dan menguji instrumen statistik.

Teknik statistika apa saja yang dapat kita gunakan untuk menguji hipotesis asosiatif ?

  • Teknik Statistika Koefisien, digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa nominal.
  • Teknik Statistika Koefisien Spearman Rank atau Koefisien Kendall-Tau (Hipotesis Asosiatif Non-Parametrik), digunakan apabila skala pengukuran datanya berupa ordinal.
  • Teknik Statistika Korelasi Pearson Product Moment, Korelasi Parsial, Korelasi Ganda, dan Regresi (Hipotesis Asosiatif Parametrik), Teknik ini digunakan apabila skala pengukurannya berbentuk interval atau rasio.

Mengumpulkan Data Melalui Tes dan Kuisioner

Dalam melakukan suatu penelitian kita memerlukan suatu data yang nantinya data tersebut akan menetukan apakah penelitian yang kita lakukan itu berhasil atau tidak, atau dapat menentukan apakah penelitian yang ingin kita lakukan itu dibutuhkan atau tidak oleh masyarakat.

Untuk mendapatkan data-data yang akurat maka diperlukan beberapa teknik untuk mengumpulkan data tersebut. Teknik pengumpulan data yang paling dikenal dalam dunia penelitian yaitu dengan cara wawancara, tes, dan kuisioner. Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai pengumpulan data dengan cara tes dan kuisioner saja.

Mengumpulkan data dengan teknik tes

Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi
tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan
menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi
kuantitatif tentang aspek yang diteliti.

Kelebihan dari teknik ini yaitu data yang didapat lebih akurat karena tes berulang-
ulang direvisi dan instrument penelitian yang objektif. Sebaliknya, kelemahan teknik ini adalah hanya mengukur satu aspek data, memerlukan jangka waktu yang panjang
karena harus dilakukan secara berulang-ulang, dan hanya mengukur keadaan siswa
pada saat tes itu dilakukan.

Mengumpulkan data dengan teknik kuisioner

Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk menganggapi atau menjawab. Dalam mengambilan kuesioner dipastikan tidak mengganggu kehidupan responden, baik dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan instrumen, tingkat ancaman atau sensitivitas pertanyaan, atau kemungkinan pelanggaran privasi.

Teknik pengumpulan data menggunakan angket memiliki kelebihan, yakni dapat memadai untuk sampel dalam jumlah besar, biaya yang relatif murah, dan cenderung tidak mengganggu responden karena ketersediaan waktu pengerjaan ditentukan oleh responden. Namun, teknik angket juga memiliki kekurangan yakni tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis.

Mengenal Uji Homogenitas

Dalam melaksanakan suatu penelitian banyak pengujian yang harus kita lakukan supaya data hasil penelitian yang kita lakukan itu valid, salah pengujian yang sering dilakukan yaitu Uji Homogenitas.

Apa itu Uji Homogenitas?? Uji Homogenitas merupakan suatu pengujian mengenai sama atau tidaknya varians-varians dua buah distribusi atau lebih. Tujuannya untuk meyakinkan bahwa data yang terkumpul merupakan data yang berasal dari populasi yang homogen (sama).

Mengapa kita perlu melakukan Uji Homogenitas ?? Uji homogenitas sangat diperlukan sebelum membandingkan dua kelompok atau lebih, agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya perbedaan data dasar.

Faktor apa saja yang menyebabkan penyebaran sampel atau populasi tidak homogen ?? Faktor-faktor yang menyebabkan sampel atau populasi tidak homogen adalah proses sampling yang salah, penyebaran yang kurang baik, bahan yang sulit untuk homogen, atau alat untuk uji homogenitas rusak.

Bagaimana cara menghitung Uji Homogenitas ? Uji Homogenitas dapat dihitung dengan menggunakan uji pearson dan uji barlett. Uji Pearson digunakan untuk menguji ukuran dengan cuplikan yang sama (n yang sama) untuk tiap kelompok, misalkan kita mempunyai dua populasi normal dengan varians σ1^2 dan σ2^2, akan diuji mengenai uji dua pihak untuk pasangan hipotesis nol H0 dan tandingannya H1. Uji barlett digunakan untuk menguji ukuran dengan cuplikan yang sama maupun tidak sama (n yang sama maupun n yang berbeda) untuk tiap kelompok.

Bagaimana Menentukan Masalah Dalam Penelitian ?

Pertanyaan yang menjadi judul dari tulisan ini merupakan pertanyaan yang masih sangat sulit untuk dijawab oleh para peneliti muda khususnya bagi mereka yang pertama kali melakukan sebuah penelitian baik penelitian untuk tugas akhir ataupun skripsi pada jenjang sarjana, bahkan tidak jarang pertanyaan ini menjadi kendala pada jenjang magister ataupun doktor. Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi tips dalam menentukan masalah dalam penelitian.

Sebelumnya mari kita cari tau apa itu masalah penelitian, menurut Sudjana dan Ibrahim (2014) masalah penelitian merupakan suatu persoalan yang dilihat sebagai bentuk penyimpangan yang terjadi antara keinginan dan kenyataan. Menurut Sukardi (2009) masalah penelitian merupakan suatu penghalang untuk mencapai tujuan dari suatu kegiatan, bidang, rencana, dan sebagainya. Jadi, dapat disimpulkan masalah penelitian itu sebagai suatu penyimpangan yang timbul untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dilakukan dengan cara yang sistematis.

Selanjutnya setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan masalah penelitian, kita akan membahas kriteria masalah penelitian yang harus kita perhatikan, antara lain :

  • kebermanfaatan, masalah yang ingin dipecahkan akan manfaat untuk orang lain
  • fisibilitas, masalah yang ingin diangkat dapat dipecahkan
  • kesesuaian, masalah yang diambil sesuai dengan bidang si peneliti
  • up to date, masalah yang ingin diselesaikan merupakan masalah terbaru
  • urgent, masalah yang ingin diselesaikan merupakan masalah yang mendesak

berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, kita dapat memiliki gambaran mengenai masalah apa yang ingin kita jadikan sebagai masalah dalam penelitian. Dalam menentukan masalah apa yang ingin kita jadikan sebagai masalah dalam penelitian, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut untuk membantu kita dalam memilih yang paling sesuai,

  • Membaca literatur
  • Melakukan riset berbasis teori
  • Mengembangkan penelitian sebelumnya

sekian beberapa tips dalam menentukan masalah dalam penelitian, semoga bacaan ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat memperkaya pengetahuan kita didalam dunia penelitian, serta memudahkan para pembaca dalam menentukan masalah apa yang ingin dijadikan penelitian.

Mengenal Penelitian Kuantitatif

Apa itu penelitian kuantitatif ??

Penelitian adalah suatu proses yang digunakan untuk mendapatkan mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu topik atau permasalahan. Secara umum proses penelitian terbagi menjadi 3 tahapan yaitu, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan jawaban dari pertanyaan (Creswell, 2012).

Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan alat penelitian, dan analisis data kuantitatif/statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan  (Sugiyono, 2012).

Bagaimana Karakteristik dari Penelitian Kuantitatif ?

Karakteristik dari penelitian kuantitatif menurut (Creswell, 2012) terdapat 6 poin penting, yaitu :

  1. Menggambarkan masalah penelitian melalui deskripsi tren atau kebutuhan untuk menjelaskan hubungan antar variabel
  2. Memberikan peran utama untuk literatur melalui menyarankan pertanyaan penelitian untuk ditanya dan membenarkan masalah penelitian serta menciptakan kebutuhan untuk arah penelitian
  3. Membuat tujuan penelitian, rumusan masalah, dan hipotesis yang spesifik, sempit, terukur dan dapat dilihat
  4. Mengumpulkan data angka dari banyak orang menggunakan instrumen dengan pertanyaan dan respon yang telah dibuat
  5. Menganalisis tren, membandingkan kelompok, atau menghubungkan variabel dengan menggunakan analisis statistik dan menginterpretasikan hasil dengan membandingkan hasil prediksi sebelum dan sesudah penelitian
  6. Menulis laporan penelitian menggunakan standar, struktur tetap dan kriteria evaluasi, dan mengambil pendekatan yang paling objektif, serta tidak memihak.

Seperti apa sistematika penulisan laporan penelitian kuantitatif ?

Menurut (Gall, Gall, & Borg, 2014) Sistematika penulisan laporan penelitian kuantitatif secara umum, yaitu :

Abstrak

Pendahuluan

Metode

                Prosedur Pengambilan Sampel

                Tindakan (atau Bahan)

                Desain dan Prosedur Penelitian

Hasil

kesimpulan

Daftar Rujukan

Creswell, J. (2012). Educational Research : Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research, 4th Edition. Boston: Pearson Education Inc.

Gall, J., Gall, M. D., & Borg, W. (2014). Applying Educational Research : How to Read, Do, and Use Research to Solve Problem of Practice, 6th Edition. United State Of America: Pearson New International Edition.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD. Bandung: Alfabeta.

Design a site like this with WordPress.com
Get started